PENINGKATAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN PROFESIONAL

PENINGKATAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN PROFESIONAL

Kegiatan Peningkatan Pengembangan Pendidikan Profesional

Dalam rangka menghasilkan lulusan tenaga kesehatan yang berkualitas diperlukan penyelenggaraan pendidikan yang transformatif guna menjawab tantangan pelayanan kesehatan. Salah satu upaya penyelenggaraan pendidikan yang transformatif adalah dilaksanakan pengembangan pendidikan  profesional di Poltekkes Kemenkes. Berkaitan dengan hal tersebut Badan Pengembangan dan Pengembangan SDM Kesehatan (BPSDMK) Kemenkes RI bekerjasma dengan Departemen Pendidikan dan Bioetika Fakultas Kedokteraan, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan peningkatan pengembangan pendidikan profesional yang dimulai pada tanggal 3 s.d 6 Maret 2019, mengundang 8 Poltekkes diantaranya adalah Poltekkes Kemenkes Ternate. Kegiatan tersebut dirasa sangat penting  untuk mendukung upaya pengembangan Poltekkes Kemenkes Ternate ke depannya. Sehingga Direktur Poltekkes Kemenkes Ternate menugaskan Arsad Suni, S.Kep, Ns, M.Kep (Wakil Direktur I) dan  Imam Cahyo Murwidi, S.Kep, M.Si (Staf PPM & PP) untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Ternate, Bpk. Arsad Suni, S.Kep,Ns, M.Kep

Hari pertama kegiatan diawali dengan paparan materi oleh Mora Claramita M.D, M.H.P.E, Ph.D tentang pengenalan Health Professional Educational Unit (HPEU), dilanjutkan lagi dengan materi SPICES Curicculum. Kegiatan di hari pertama ditutup oleh Siti Rohmah P, M.D, M.Ed (l,P&C) dengan materi Cooperative Learning. Hari kedua kegiatan diawali paparan materi oleh Rilani Riskiyana, S.Kep, Ns, MMedEd  dengan judul Interprofessional Education (IPE) dan setelah itu dilanjutkan paparan materi oleh dr.Yoyo Suboyo, MMedEd, Ph.D dengan judul Formative & Summative Assesment. Kegiatan selanjutnya adalah seminar di awali paparan materi dari Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dengan judul Excellence in Teaching and Learning in Health Professinal Education, dilanjutkan oleh Prof. Ali Gufron, MD, M.Sc, Ph.D selaku wakil dari Kemenristekdikti dengan judul Preparing Health Professional Education Institution Towards 4.0 Era dan kegiatan  hari kedua ditutup  oleh Sugiyanto S.Pd, M.App.Sc delaku Kepal Pusat Pendidikan SDMK dengan materi yang disampaikan Establishing Network and Collaboration of Health Professional Education Intitution Towards 4.0 Era. Hari Ketiga kegiatan diawali dengan acara Dies Natalis FK-KMK UGM, kemudian dilanjutkan seminar yang diawali paparan materi oleh John J. Norchini, Ph.D selaku President and CEO of The FAIMER Institute dengan judul FAIMER Institute : Fifteen Years Educating The Wordkey Leaderships in Medical and Health Professionas Education to Approach SDGs, dilanjutkan oleh Prof. Ara Tekian, M.D, Ph.D, MHPE dari University Illionis Chicago Departement Medical Education dengan judul materi yang disampaikan Improving Capacity of Health Care Workforce Based on Evidence Based Practice in Medical and Health Professions Education. Kegiatan hari ketiga ditutup dengan pengantar project pengembangan pendidikan di Poltekkes Kementerian Kesehatan. Hari keempat diawali dengan diskusi panel dengan tema Establishing Effective Multi-institusional Network Collaboration oleh narasumber John J. Norchini, Ph.D, Prof Dr. Med. Tri Hangono Ahmad, M.D, dan Prof. Ova Emilia, MD, M.MedEd, Ph.D, SpOG(K). Kemudian dilanjutkan diskusi panel dengan tema Improving Teching and Learning in Postgraduate Clinical Education (Residency) Curriculum oleh narasumber John Prof. Ara Tekian, M.D, Ph.D, MHPE, dr. Ardi Findyartini, Ph.D dan Prof Dr. Nancy Margarita  Rehatta, MD, Sp.An. Kegiatan hari keempat ditutup dengan persentasi project pengambangan pendidikan dari masing-masing Poltekkes Kementerian Kesehatan.

Kegiatan di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Pada Kegiatan persentasi project pengambangan pendidikan Poltekkes Kementerian Kesehatan Ternate mengambil tema Penerapan Cooperative Learning di Poltekkes Kementerian Kesehatan Ternate. Alasan pengambilan tema tersebut adalah metode pembelajaran yang digunakan saat ini masih banyak berpusat pada guru atau dosen (Teacher Centered Learning). Institusi pendidikan harus selalu berubah dan berkembang untuk menggunakan metode-metode pembelajaran yang berpusat pada siswa atau mahasiswa (Student Centered Learning).  Salah satu bentuk pembelajaran yang berpusat pada siswa atau mahasiswa yang dapat diaplikasikan adalah Cooperative Learning.  Cooperative Learning merupakan suatu strategi belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerjasama yang teratur dalam kelompok, yang terdiri dari dua orang atau lebih. Dalam metode pembelajaran Cooperative Learning terdapat lima prinsip dasar yaitu : (1) saling ketergantungan positif, (2) tanggung jawab perseorangan, (3) tatap muka, (4) komunikasi antar anggota, (5) evaluasi proses kelompok (Lie, 2002).

Manfaat yang dapat diperoleh dari metode pembelajaran Cooperative Learning adalah meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa dan prestasi akademiknya, membantu mahasiswa  dalam mengembangkan keterampilan berkomunikasi secara lisan, mengembangkan keterampilan sosial mahasiswa, meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa, membantu meningkatkan hubungan positif antar mahasiswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *